Listen dan Hear, Sama-Sama ‘Mendengar’ tapi Tidak Sama


EN Kelas – Sering kali kita mengira kata listen dan hear itu sama saja. Keduanya memang sama-sama berarti “mendengar” dalam Bahasa Indonesia. Tapi jangan keliru, karena dalam Bahasa Inggris, listen dan hear punya makna dan cara penggunaan yang berbeda.

Bayangkan begini: ketika kamu hear sesuatu, itu berarti telingamu menangkap suara secara alami, tanpa usaha khusus. Misalnya, kamu hear suara burung di pagi hari atau hear musik dari rumah tetangga. Itu terjadi begitu saja.

Sedangkan listen berbeda. Listen berarti kamu memberi perhatian penuh, sengaja memfokuskan diri pada suara yang ingin kamu tangkap. Misalnya, kamu listen to your teacher saat menjelaskan pelajaran, atau listen to a friend yang sedang bercerita. Ada kesadaran dan niat di dalamnya.

Jadi, meskipun sekilas tampak sama, sebenarnya listen dan hear berjalan di jalur yang berbeda. Memahami perbedaan ini akan membuat penggunaan bahasa Inggris kita lebih tepat dan terasa alami.

Listen Hear Berdasarkan Makna

Listen

Listen bukan sekadar mendengar, melainkan tindakan sadar untuk memberi perhatian pada suara atau sesuatu yang sedang didengar. Kata ini digunakan ketika seseorang benar-benar berusaha menangkap informasi atau fokus pada suara tertentu. Bahkan, listen juga sering dipakai sebagai perintah agar orang lain mendengarkan dengan seksama.

Contoh:

  • Please be quiet! I’m listening to the teacher’s explanation.
    (Tolong diam! Saya sedang mendengarkan penjelasan guru)
  • Are you listening to me? / I’m sorry, I wasn’t listening to you.
    (Apakah kamu mendengarkan saya? / Maaf, saya tidak mendengarkanmu)

Bayangkan kamu duduk di kelas, berusaha memahami setiap kata dari guru. Itu bukan sekadar telinga menangkap suara, melainkan fokus penuh—itulah listen.

Hear

Berbeda dengan listen, kata hear lebih pas digunakan ketika suara masuk ke telinga tanpa usaha khusus. Kamu tidak perlu fokus atau berniat mendengarkan; suara itu datang begitu saja.

Contoh:

  • I hear that Rania was sick.
    (Saya dengar Rania sakit)
  • Did you hear the noise from the kitchen?
    (Apakah kamu mendengar suara dari dapur?)

Bayangkan kamu sedang membaca buku, lalu tiba-tiba terdengar suara piring jatuh dari dapur. Kamu tidak berusaha mendengarnya, tapi telingamu otomatis menangkap suara itu—itulah hear.

Pada akhirnya, kata listen dan hear memang sama-sama berarti “mendengar” dalam Bahasa Indonesia, tetapi dalam Bahasa Inggris keduanya berjalan di jalur yang berbeda.

  • Listen digunakan ketika seseorang benar-benar memberi perhatian, fokus, atau bahkan meminta orang lain untuk memperhatikan suara tertentu. Ada kesadaran dan usaha di dalamnya.
  • Hear terjadi secara alami, tanpa niat khusus. Suara masuk ke telinga begitu saja, tanpa usaha untuk benar-benar mendengarkannya.

Untuk bisa membedakan kapan harus menggunakan listen dan kapan harus menggunakan hear, kuncinya adalah memahami makna dasarnya terlebih dahulu. Dengan begitu, kita tidak hanya sekadar tahu arti kata, tetapi juga bisa menggunakannya secara tepat dalam percakapan sehari-hari.

Semoga Sampai


Mrs Lusi

Seorang guru yang berusaha berbagi pengetahuan, dengan keyakinan bahwa ilmu akan terus hidup jika dibagikan

One Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Listen dan Hear, Sama-Sama ‘Mendengar’ tapi Tidak Sama
Share via